Perbedaan VFD dan Soft Starter: Kapan Pakai Mana
Soft starter dan VFD sering dianggap sama karena sama-sama membatasi inrush motor. Padahal fungsi utamanya berbeda.
1. Fungsi Utama
- Soft Starter: mengurangi inrush saat start (dari 6× In menjadi 2–3× In), tidak mengatur kecepatan.
- VFD: mengatur kecepatan motor 0–100% dengan mengubah frekuensi & tegangan.
2. Penghematan Energi
VFD menghemat 20–50% energi untuk beban variable torque (pompa, blower, fan). Soft starter tidak hemat energi karena hanya bekerja saat start.
3. Aplikasi yang Cocok
- Soft starter: kompresor, conveyor besar, crusher — yang butuh start halus tapi kecepatan tetap.
- VFD: pompa, blower, HVAC, mesin produksi yang butuh variasi kecepatan.
4. Perbandingan Harga
Soft starter ABB PSE 55 kW ≈ Rp 18–22 juta. VFD ABB ACS580 55 kW ≈ Rp 38–45 juta. VFD ±2× soft starter karena bisa atur kecepatan.
5. Harmonisa
VFD menghasilkan harmonisa tinggi (THD 30–40%), butuh line reactor / harmonic filter. Soft starter setelah ramp up by-pass kontaktor menghilangkan harmonisa.
6. Kesimpulan
Pilih VFD jika butuh atur kecepatan dan hemat energi. Pilih soft starter jika hanya butuh start halus untuk beban torsi konstan.
Konsultasi VFD ABB / Schneider untuk motor Anda?
Tim teknis Saka Prima Electric siap membantu konsultasi, perhitungan, dan penyediaan komponen original dengan harga proyek yang kompetitif.
