Motor Control

Perbedaan VFD dan Soft Starter: Kapan Pakai Mana

15 Juni 2026 6 menit bacaOleh Tim Teknis Saka Prima Electric

Soft starter dan VFD sering dianggap sama karena sama-sama membatasi inrush motor. Padahal fungsi utamanya berbeda.

1. Fungsi Utama

  • Soft Starter: mengurangi inrush saat start (dari 6× In menjadi 2–3× In), tidak mengatur kecepatan.
  • VFD: mengatur kecepatan motor 0–100% dengan mengubah frekuensi & tegangan.

2. Penghematan Energi

VFD menghemat 20–50% energi untuk beban variable torque (pompa, blower, fan). Soft starter tidak hemat energi karena hanya bekerja saat start.

3. Aplikasi yang Cocok

  • Soft starter: kompresor, conveyor besar, crusher — yang butuh start halus tapi kecepatan tetap.
  • VFD: pompa, blower, HVAC, mesin produksi yang butuh variasi kecepatan.

4. Perbandingan Harga

Soft starter ABB PSE 55 kW ≈ Rp 18–22 juta. VFD ABB ACS580 55 kW ≈ Rp 38–45 juta. VFD ±2× soft starter karena bisa atur kecepatan.

5. Harmonisa

VFD menghasilkan harmonisa tinggi (THD 30–40%), butuh line reactor / harmonic filter. Soft starter setelah ramp up by-pass kontaktor menghilangkan harmonisa.

6. Kesimpulan

Pilih VFD jika butuh atur kecepatan dan hemat energi. Pilih soft starter jika hanya butuh start halus untuk beban torsi konstan.

Konsultasi VFD ABB / Schneider untuk motor Anda?

Tim teknis Saka Prima Electric siap membantu konsultasi, perhitungan, dan penyediaan komponen original dengan harga proyek yang kompetitif.

Minta Penawaran